Saturday, December 18, 2010

Kesan Sampingan : Tidak Diketahui

Salam dan selamat sejahtera.

Demam, batuk dan selsema. 3 dalam 1. Mereka bersahabat baik. Mereka bertungkus-lumus melumpuhkan pergerakan seharian. Ini namanya ujian.

Ujian untuk mematikan dosa-dosa yang dilakukan, yang penting perlu melaluinya dengan sabar dan perlu bertabah.

Kesihatan yang dianugerahkan merupakan satu nikmat daripadaNYA yang kita perlu jaga dan perlu sentiasa disihatkan.

'Setiap penyakit ada penawarnya'

Jadi, sila bersabar bagi yang menghadapi segala bagai penyakit kerana tiap-tiap nya ada hikmah.


p/s : elakkan minum segala minuman yang mengadungi kafein kerana ia boleh menyebabkan badan dehydrate terutama buat orang selsema, demam, batuk. (Kesilapan besar hari ni!)

Tuesday, December 7, 2010

Hari Baru, Bulan Baru, Tahun Baru, Semangat Baru

Salam Maal Hijrah buat semua Muslimin dan Muslimat.

Hari ini 1 Muharam 1432H. Semakin mata ini dikelipkan, semakin nombor pada tarikh akan bertambah dan itu menunjukkan bahawa masa itu pantas berlalu. Ingatkah kita pada surah di bawah?

Surah 103
Al-'Asr (Time)

In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful
Time is witness that, surely, mankind suffers loss,
except for those of faith,
Who do good, and become a model of truthful living,
and together practice patience and constancy.

Translated by Kabir Helminski


Dalam surah ini mengingatkan bahawa ruginya kita dalam menguruskan masa melainkan jika kita bertaqwa pada nya.

Jadi, sama-samalah kita pupuk semangat baru, pinta dari ALLAH ketaqwaan dan keredhaan hidup agar ia tidak disia-disiakan sebagaimana kaum-kaum terdahulu.

Sekarang merupakan musim peperiksaan, musim result, jadi semestinya ada yang sedang down, ada yang bermuram.

Usah khuatir, usah bersedih, banyakkan berdoa untuk cabaran akan datang, tingkat usaha dan selamat maju jaya buat semua kawan-kawan yang berada di seluruh universiti di Malaysia terutama di UIAM, di setiap pelusuk dunia dan juga buat adik tersayang, Farahanim Najwa yang sedang menduduki SPM 2010.

Selamat berjaya!

محرم


Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram” (QS. At Taubah: 36)

Kata Muharram artinya “dilarang”. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang, kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (Syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini, tanggal 10 Muharram, Allah menyelamatkan nabi Musa a.s dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah SAW menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah SWT. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah jadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan.

“Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun.

Rasulullah SAW bersabda: “Dari Ibu Abbas ra, bahwa Nabi SAW, ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah SWT”. Rasulullah SAW, berkata, “Saya lebih berhak mengikuti Musa as. Daripada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa”. (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah SAW memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura. Secara umumnya, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan:

1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.

2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11 Muharram.

3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim)

Landasan puasa pada tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram. Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan. Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muhaaram. Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai saranan umat Islam untuk bermuhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah SAW dan sahabatnya dari Mekkah ke Madinah.

Dari Abu Qatada ra. Rasulullah ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau bersabda: “Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat.” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18)

sumber : Bayan DSP - PeKaSe http://pangerans.multiply.com/journal/item/284

Saturday, December 4, 2010

Bitter Heart - Zee Avi

Sun rays come down as seen
when they hit the ground,
Children spinning around
till they fall down down down.

I wait for you: it's been two hours now,
You're still somewhere in town,
Your dinners getting cold.


I rest my case you are always this late,
And you know how much I hate
waiting around 'round 'round,

Bitter heart, bitter heart tries to keep it all inside,
Bitter heart, bitter heart shadows will help you try to hide,
Bitter heart, my bitter heart is gettin' just a little fragile,
Bitter heart, bitter heart of mine.

And then you come and tell me
the same reason as you did yesterday,
So tell me whats her name.